Thursday, 17 January 2013

PAKAN TERNAK SAPI


ILMU PETERNAKAN 
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SAMAWA

JENIS PAKAN TERNAK SAPI












PAKAN TERNAK SAPI

PAKAN TERNAK SAPI











PAKAN TERNAK SAPI ada bermacam-macam jenis.Jika kita akan membudidayakan sapi otomatis kita harus tahu apa saja jenis makanan yang akan diberikan kepada sapi supaya kita tidak asal-asalan dalam budidaya.Dibawah ini ada beberapa klasifikasi pakan ternak sapi yang mudah-mudahan bisa menambah sedikit wawasan temen-temen pembaca.
  • Hijauan Segar atau pasture
Adalah pakan ternak sapi yang berasal dari rumput-rumput yang tumbuh secara liar ataupun yang dibudidayakan seperti rumput gajah,rumput alang-alang,dan lain-lain.

  • Hijauan kering atau Jerami
Berasal dari batang tanaman yang dikeringkan seperti contoh jerami,kulit kacang,banggas tebu,dan lain-lain.
  • Kacang-kacangan
Contoh kacang-kacanganyng dimaksud adalah seperti : lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
  • Daun-daunan
Adalah makanan hijau untuk sapi yang buakan berasal dari rumput tapi dari tanaman lain seperti contoh : daun nangka,daun pisang,daun turi dan lain-lain.
  • Silase
Silase berasal dari hijau-hijauan yang disimpan tapi masih dalam keadaan segar.contoh : silase jagung,silase rumput,silase daun-daunan,dan lain-lain.
  • Konsentrat atau Sumber energy
Adalah sumber PAKAN TERNAK SAPI yang lain yang juga penting untuk memperoleh sumber energi karena mengandung banyak nutrisi seperti vitamin,mineral,karbohidrat,protein,dan lain-lain.contoh : dedak,jagung giling.

MANAJEMEN PAKAN TERNAK SAPI

PAKAN TERNAK SAPI


Pemberian Pakan Ternak Sapi akan lebiah baik jika tepat dan sesuai dengan kebutuhannya.
Pada Induk Bunting :
  1. Pakan harus benar-benar terpenuhi dalam 3 bulan pertama walupun kualitas pakan kurang bagus tidak apa-apa yang penting kebutuhan energi tercukupi.
  2. Walupun demikian pemberian pakan ternak sapi jangan terlalu berlebihan supaya tidak terjadi hambatan saat beranak nanti.
  3. PAKAN TERNAK SAPI yang diberikan harus bisa menjamin nutrisi bersih kira-kira 0.2 sampai 0.5 kg per hari.
  4. Dua per tiga pertumbuhan janin terjadi pada usia 90-120 hari masa bunting.
Pada sapi betina dan pejantan :
  1. Berikan gizi bersih kira-kira 0.5-0.7 kg per hari pada sapi dara yang berumur 14-15 bulan.
  2. Usahakan sapi jangan terlau gemuk.
  3. Selambat-lambatnya 2 bulan sebelum kawin berin kualitas pakan yang bagus.
  4. Pejantan umur 1-2 tahun perlu gizi kurang lebih 0.7 kg/hari,sedangkan yang berumur lebih dari 2 tahun perlu gizi kurang lebih 0.75 kg/hari.
Pada sapi muda atau pedet :
  1. Bagusnya lepas dari susu induk atau disapih pada umur 6-7 bulan.
  2. Susu induk mempunyai puncak produksinya pada umur 2 bulan,jadi pada umur 3 bulan pemenuhan energinya harus ditingkatkan.
  3. PAKAN TERNAK SAPI untuk pedet dalam satu harinya kurang lebih 0.7 kg supaya terpenuhi suplai energinya.
  4. Perlu diingat jika kita tidak membantu dengan suplai energi,mak gizi pedet tidak akan hanya cukup dari susu sang induk saja.
    PAKAN TERNAK SAPI


PERANAN PAKAN TERNAK SAPI

PAKAN TERNAK SAPI sangat berperanan menentukan sukses atau tidaknya dalam peternakan sapi karena pakan adalah kebutuhan utama sapi.Dalam pakan ternak sapi terdapat berbagai macam nutrisi yang diperlukan dalam kelancaran pertumbuhan dan perkembangbiakan.Nutrisi itu diantaranya adalah :
  • Yodium untuk membantu perkembangan otak dengan cara membentuk zat tirosin pada kelenjar tiroid.
  • Flour untuk membentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi.
  • Sulfur untuk membentuk protenin di dalam tubuh.
  • Natrium untuk membentuk garam di dalam tubuh dan untuk menghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekanan osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya.
  • Kalium untuk aktivitas otot jantung.
  • Kalsium untuk kekuatan tulang dan gigi serta otot.
PAKAN TERNAK SAPI


Beberapa contoh diatas adalah sebagian saja peranan penting PAKAN TERNAK SAPI.Peranan lainnya tentu masih banyak lagi.Terimakasih dan semoga bermanfaat.
Salam
Pemakai PAKAN TERNAK SAPI



Fermentasi Jerami Untuk Pakan Ternak Sapi

JUMAT; 18 JAN 2013

Pemanfaatan utama areal persawahan adalah untuk menghasilkan komoditi pangan terutama tanaman padi. Daya dukung tanaman padi sebagai sumber bahan baku pakan ternak cukup besar. Beberapa limbah yang dikeluarkan dari usaha tanaman padi diantaranya jerami yang besarnya mencapai 100% dari produksi gabah, bekatul 1,5%, dedak kasar 4% dan dedak halus 2,5% dan sekam 24%. Limbah yang dihasilkan dari tanaman padi dapat digunakan secara keseluruhan. Jerami dapat digunakan sebagai pupuk atau pakan ternak, sekam untuk litter, dedak dan bekatul untuk pakan ternak dan merang sebagai media pertumbuhan jamur.

     Jerami melalui teknologi pengolahan yang tepat dapat menjadi sumber pakan yang berlimpah bagi ternak Potensi fisik jerami yang sangat besar belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pemanfaatan jerami sebagian besar dibakar (37%) untuk pupuk, dijadikan alas kandang (36%) yang kemudian dijadikan kompos dan hanya sekitar 15% sampai 22% yang digunakan sebagai pakan ternak. Kendala utama penggunaan jerami sebagai bahan pakan ternak adalah kecernaan (45-50%) dan protein (3-5%) yang rendah.
Nilai manfaat jerami padi sebagai bahan pakan ternak dapat ditingkatkan dengan dua cara, yaitu dengan mengoptimumkan lingkungan saluran pencernaan atau dengan meningkatkan nilai nutrisi jerami. Optimasi lingkungan saluran pencernaan terutama rumen, dapat dilakukan dengan pemberian bahan pakan suplemen yang mampu memicu pertumbuhan mikroba rumen pencerna serat seperti bahan pakan sumber protein.
Cara fermentasi jerami yang dilakukan oleh BPTP Jawa Barat adalah melalui proses anaerob (tanpa membutuhkan udara) dengan memanfaatkan campuran beberapa bakteri seperti: Mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik dan lipolitik. Bahan dan alat yang digunakan cukup sederhana yaitu: 2 buah drum plastik bervolume 60-80 liter, pompa/motor sirkulasi 1 unit, selang/paralon secukupnya. Sedangkan bahan yang digunakan, yaitu:
  1. Formula I: jamur Trichoderma sp (1 liter), air bersih (100 liter), pupuk Za (1,5 kg), TSP (6 ons), KCl (6 ons), tepung beras (1 kg), dan Gula merah/pasir/tetes (2 kg).
  2. Formula I: jamur Trichoderma sp (1 liter), air bersih (60 liter), pupuk Za (1 kg), TSP (1 kg), KCl (1 kg), tepung beras (1 kg), Gula merah/pasir/tetes (3 kg), dan mineral (2 bungkus).

Selama proses pembuatan perlu ada langkah pengaktifan yaitu dengan pengadukan larutan selama 3 hari sampai menjadi rata. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan jerami fermentasi adalah (1) tumpukan jerami tidak kena hujan, bahan tidak terlalu basah; (2) pisahkan sesuai varietas dan kondisi jerami (segar, layu atau kering); (3) fermentasi jerami segar dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan starter : air : jerami = 1:100 pada setiap lapisan dengan perbandingan 1:10:100 untuk jerami yang sudah layu, perbandingan 1:20:100 untuk jerami kering dan apabila jerami dalam keadaan basah cukup dilakukan dengan menggunakan perbandingan 1:5:100. Susunlah jerami mentah ditempat yang sudah disediakan dengan tebal setiap hamparan 20-30 cm. Lebar dan panjang hamparan sesuai dengan kebutuhan. Tinggi atau tebal lapisan dapat mencapai 2,5 meter dari dasar tumpukan. Kemudian simpan ditempat yang teduh dan tidak kena hujan. Lama fermentasi lebih kurang 21 hari. Proses fermentasi jerami dapat berjalan dengan baik ditandai pada tumpukan jerami tidak terbentuk panas atau keluar asap. Keadaan bahan yang terlalu basah atau terkena air hujan maka akan terjadi pembusukan jerami akhirnya timbulah panas yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak menjadi baik. Jerami fermentasi yang baik ciri-cirinya: Bentuk jerami masih nampak segar tetapi texturnya sudah lunak dan warnanya ke-kuning-kuningan.

Penyimpanan jerami fermentasi: dapat dilakukan dengan cara tertutup dan terbukan. Cara terbukan yaitu sebelum disimpan Jerami fermentasi harus dikering anginkan terlebih dahulu agar selama penyimpanan tidak tumbuh jamur yang dapat merusak kualitas jerami yang sudah dihasilkan. 
 Lama penyimpanan hampir sama yaitu: dapat mencapai 2 tahun atau dapat disesuaikan dengan kondisi fisiknya.
 Sedangkan cara terbuka dilakukan dengan cara: 
(a) Buat satu tonggak bambu setinggi lebih kurang 6 meter, sebagai tonggak penguat tumpukan jerami; 
(b) Buat alas yang terbuat dari tepas bambu yang diberi jarak sedikit dari permukaan tanah; dan 
(c). Susun Jerami di atas alas secara melingkari tiang tonggak sampai terbentuk suatu lapisan melingkar.

Kemudian menyusun lapisan berikutnya dengan arah yang berlawanan.
Tebal lapisan masing-masing lebih kurang 30 cm, demikian selanjutnya sehingga diperoleh ketinggian lebih kurang 6 meter. Lama penyimpanan yang ideal 1 tahun. Pemberian pakan jerami diberikan dalam bentuk aslinya tanpa mengadakan pascapanen sekunder seperti pengepresan dan lain-lain. Waktu pemberian cukup 2 kali sehari dengan dosis sesuai dengan umur sapi. Untuk umur sapi 1-2 tahun diberikan jerami 5 kg/ekor, umur sapi 3 tahun diberikan 8 kg/ekor, dan umur sapi 4 atau lebih diberikan 9 kg/ekor.
Untuk melengkapi kandungan gizi pakan sapi penggemukan perlu dilakukan pemberian makanan tambahan berupa tongkol/biji jagung fermentasi sebanyak 1 kg, dan 4 kg bekatul. Pada waktu musim kemarau atau tidak cukup persediaan pakan, dapat diberikan hijauan sebanyak 25% saja sedangkan lainnya dengan memberikan jerami fermentasi. Pemberian pakan ini cukup mendukung pertumbuhan sapi dengan baik.

PEMANFAATAN JERAMI PADI

FERMENTASI JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN SUPERFARM CATTLE 
Hijauan dari sisa pertanian seperti jerami, jagung dan lain-lain oleh petani hanya diambil sebagai bahan pakan ternak pada saat sisa hasil pertanian ini hanya ditumpuk dan dibiarkan kering. Dengan kondisi limbah atau sisa hasil pertanian yang kering, petani tidak memanfaatkannya untuk pakan ternak. Hal ini disebabkan hewan ternak tidak mau memakan sisa atau limbah pertanian yang sudah kering tersebut. Untuk mengatasi kendala-kendala penyediaan bahan pakan ternak pada musim kemarau maka kami menciptakan suatu produk teknologi yang membantu mengatasi penyediaan bahan pakan untuk ternak pada musim kemarau. Superfarm Cattle merupakan suatu produk teknologi mikrobia yang berguna untuk membantu menaikan kadar protein bahan pakan, meningkatkan berat badan ternak, mengurangi bau kotoran ternak, dan membantu menfermentasi bahan pakan agar merangsang nafsu makan ternak.
Bahan
a. Jerami kering/daun jagung kering 1.000 kg b. SF-Cattle 4 ltr c. Molasses 4 ltr d. Dedak 30 kg e. Plastik f. Goni
Alat
a. Gembor air b. Ember/drum c. Parang


 

No comments:

Post a Comment